Hampir Mati

September 24, 2009 pukul 3:39 pm | Ditulis dalam Uncategorized | 3 Komentar
Tag: , ,

Entah apa yang terjadi pada malam kemarin ( 24 September 2009), sekitar pukul 22.15 ketika hendak menyebrang jalan dengan sepeda motor hampir saja diseruduk oleh pengendara lain.

Nyaris, Alhamdulillah doa terkabul (sebelum keluar rumah aku sempat berdoa untuk diselamatkan dalam perjalanan). Saya menarik gas sekencang-kencangnya hingga terlepas dari maut dan walaupun akhirnya sepeda motor saya tergelincir di tepi jalan karena berpasir, tidak ada cacat sedikit pun 🙂

Tapi yang Saya herankan, orang yang hendak menabrak Saya karena kesalahan Saya tidak berhenti, setidaknya memarahi Saya 🙂 hanya berlalu begitu saja yang sebelumnya sempat mengklakson dari Saya ketika saya tepat di tengah jalan hendak terjadi tabrakan.

Kronologisnya?
Waktu itu, saya hendak ke seberang jalan sambil mengendarai sepeda motor. Melihat ada satu kendaraan di belakang, saya menepikan kendaraan saya. Setelah itu saya menoleh ke belakang dan mendapati sebuah kendaraan motor masih agak jauh (pandangan saya sih gitu 🙂 ) tapi ketika menyebrang. Tuh motor kok tiba-tiba udah deket banget. Hampir mati deh gue! 🙂

Kesalahannya dimana?
Lupa menghidupkan lampu sein karena merasa jaraknya masih aman 😛

Arti Gaul Sesungguhnya (Mari dibahas dari sisi bahasa)

September 20, 2009 pukul 11:23 pm | Ditulis dalam Bahasa, Uncategorized | 13 Komentar
Tag: , , , , , , , , , ,

Mungkin orang beranggapan bahwa anak gaul itu identik dengan aneka pernak-pernik yang melekat ditubuhnya. Seperti, gelang, cincin, anting-anting, kalung, rantai, dan lain-lain.

Pernyataan di atas diperkuat dari hasil perbincangan dengan teman-teman sekolah. Banyak siswa yang beranggapan bahwa anak gaul itu adalah sama seperti yang di atas. Padahal, arti dari gaul itu sendiri bukanlah demikian.
Banyak anak muda menganggap jika tidak merokok bukanlah anak gaul atau pun jika tidak menindidik telinganya (khusus cowok) itu bukan anak gaul. Namun, anggapan itu salah. Jika kita merokok justru merugikan kesehatan dan memboroskan uang jajan dan menindik telinga itu sangatlah sakit, kalau asal-asalan bisa tetanus dan berakibat kematian. Death. K. O.

Sekarang, jika ingin mengetahui arti gaul itu sebenarnya, bukalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dan cari pada halaman “G” istlah “gaul” Jika telah menemukannya, arti gaul itu adalah hidup berteman atau bersahabat. Jadi, dapat disimpulkan bahwa anak gaul adalah anak yang hidup berteman. Bersahabat dengan teman-teman dilingkungannya. Jadi, dari mana kita mendapatkan bahwa anak gaul itu harus menggunakan pernak-pernik itu? Jawabannya hanya satu. Trend. Trend adalah model-model yang digemari pada masa-masa tertentu. Pada saat lagi nge-trend memakai jaket di sekolah, semua memakainya. Saat nge-trend rambut berdiri kayak Bangsa Seiya (berdiri, mohawk), semua mendirikan rambutnya.

Itulah sebagian contoh yang dimasukkan dalam persyaratan menjadi anak gaul. Padahal semua itu salah. Untuk menjadi anak gaul hanyalah tinggal bersahabat dengan orang-orang sekitar atau tetangga, tapi harus pilih-pilih dulu dan mengetahui apa-apa saja yang telah terjadi di daerahnya.

Jadi, kalau ingin disimpulkan lagi lebih mendalam, anak gaul adalah anak yang bersahabat dengan seseorang atau lebih di dalam masyarakat dan daerah tertentu.

Jadi, bahwa anak gaul itu sesungguhnya tidaklah harus memakai pernak-pernik yang menonjolkan ciri khas preman. Melainkan, anak gaul adalah orang yang bersahabat dengan siapa saja dan dimana saja, asalkan yang menjadi sahabat kita itu bukanlah sampah masyarakat.

Pernah dipublikasikan di mading SMP Negeri 1 Sungai Kakap pada tahun 2005 dan di mading SMA Negeri 1 Sungai Kakap pada tahun 2007


Entries dan komentar feeds.