Sungai Kapuas Meledak di Malam Minggu

Oktober 21, 2012 pukul 6:50 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Meriam karbit

Meriam karbit


“Dhuuuaarrr….!” suara ledakan terdengar memekakkan telinga. Suaranya begitu besar dan nyaring sehingga dapat membuat tubuh bergetar ketika berada di Alun-Alun Kapuas, malam minggu (20/10/2012) tadi malam. Suara ledakan tersebut bukan berasal dari bom, melainkan dari meriam karbit berukuran besar yang berada di tepi alun-alun kapuas. Meriam tersebut tidak sedang digunakan untuk menyerang daerah seberang, tetapi sebagai ajang kompetisi penembakan meriam karbit dalam rangkaian acara Pontianak Oktober Festival 2012.

Festival Meriam Karbit telah dilaksanakan dari hari kamis (18/10/2012) dan malam tersebut adalah puncaknya. Bagi yang belum pernah menyaksikan secara langsung “penembakan” meriam karbit khas Pontianak ini, saya sarankan membawa penyumbat telinga atau helm sebagai pelindung telinga. Ini dikarenakan suara yang dihasilkan sangat besar dan dapat membuat telinga berdengung. Selain itu, dentuman dan getaran dari meriam tersebut dapat membuat tubuh bergetar hebat. (Penulis menggunakan helm untuk meliput karena tidak tahan dengan suara meriam😀 ehehehe)

Menembak dengan meriam karbit bukanlah hal yang mudah. Mental dan fisik yang kuat wajib hukumnya, jika tidak, dapat mendatangkan celaka. Selain itu, perlu diperhatikan kualitas meriam. Jika terbuat dari bahan yang tidak kuat, meriam dapat meledak dan mencederai pengguna dan penonton. Biasanya, meriam karbit terbuat dari kayu keras. Selain itu, untuk mendapatkan suara yang sempurna dan keras, maka racikan antara karbit dan air harus pas. Jika tidak seimbang, bisa jadi suara yang dihasilkan seperti orang buang angin. Duutt…, ehehe😛

Selain malam terakhir festival karbit, pada malam tersebut juga digelar festival kapal hias. Kapal-kapal yang melintas tepat di depan alun-alun kapuas tersebut dihiasi dengan bentuk ikan, kepiting, dan lain-lain. Bahkan ada juga kapal yang dihiasi dan berbentuk seperti spongebob😀 . Akan tetapi, menurut penulis, hiasan pada kapal kurang menarik dan cenderung gelap karena sedikitnya lampu-lampu hias yang digunakan sehingga belum dapat memperlihatkan keindahan dari festival tersebut.

Sebelum festival kapal hias dimulai, Walikota Pontianak yang hadir pada malam tersebut menandatangi MoU penyerahan Lampu Jembatan Kapuas I dengan pihak perbankan yang mendukung acara tersebut. Festival kapal hias ini pun didukung juga oleh bank-bank yang ada di Kota Pontianak. Nah, setelah menandatangani MoU tersebut, beberapa petinggi dari bank-bank tersebut ditantang oleh panitia untuk membunyikan meriam karbit.

Kegiatan pada malam minggu tersebut tentu memberikan kesan bagi siapa saja yang berkunjung di alun-alun kapuas pada malam itu. Suara ledakan meriam karbit dan festival kapal hias di malam minggu tentu sudah benar-benar meledakkan sungai kapuas pada malam itu🙂

Kapal Ikan Arwana

Kapal Ikan Arwana

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: