Kebiasaan yang Salah saat Mengucapkan Perubahan Pada Imbuhan

September 21, 2009 pukul 2:03 am | Ditulis dalam Bahasa, Uncategorized | 14 Komentar
Tag: , , , , , ,

Hm…, pelajaran tentang imbuhan mungkin sudah dipelajari sejak SD. Saat SMP sudah dipelajari tentang detil-detilnya dari manfaat sampai perubahan-perubahannya. Seperti jika imbuhan me- bertemu dengan kata yang berawalan huruf “s”, contoh pada kata suka maka imbuhan me- akan berubah menjadi meny-, sehingga kata suka berubah menjadi menyukai.

Namun, hehehe😀, ada kata-kata yang bertemu dengan imbuhan diucapkan berbeda atau bisa dibilang salah diucapkan🙂.

Contoh yang sering dijumpai adalah kata suci. Hampir sering didengar di kehidupan masyarakat, dari berbincang, hingga chatting di internet, dan juga di siaran televisi (biasanya sih kata ini sering disebutkan di acara dakwah🙂 ). Kata ini saat ditambah imbuhan me-, sering diucapkan mensucikan, bukan menyucikan (sesuai dengan kaidahnya ^-^ ).

Bukan itu saja, masih ada lagi seperti kata sukses dibaca mensukseskan bukan menyukseskan, dan beberapa kata lain yang “terbiasa” diucapkan tidak sesuai dengan kaidahnya yang dilupakan oleh Penulis sendiri😛 hehehe.

Nah…, mungkin ada alasannya kenapa bisa begitu. Berikut adalah kemungkinan dari Penulis mengapa hal tersebut bisa demikian terjadi (bahasanya kok ribet ya? :-D)

1. Agak janggal menyebutkannya.
Kok? Begitu…, ya…, kemungkinan ini bisa jadi. Seperti contoh pada kata mensukseskan akan terasa aneh jika dibaca menyukseskan. Kesannya bagaimana ya? Terlalu panjang dan ya itu tadi agak aneh😀 (ini menurut pendapat Saya🙂 ).

2. Takut terjadi kesalahan tafsir.
He? Kok begini? Ya…, mungkin saja🙂 contohnya pada kata mensucikan. Bagaimana jika ada seorang berkata menyucikan. Pasti sebagian besar pikirannya akan mengarah ke kata “cuci” bukan “suci”.

3. Karena kebiasaan
Hm, mungkin juga😀

Hm…, mungkin itu adalah garis besarnya. Ya…, akhir-akhir ini sudah mulai terjadi perubahan dimana sudah mulai untuk mengikuti kaidah Bahasa Indonesia. Seperti kata mensukseskan kini sudah mulai sering disebut menyukseskan.

Oke, pemaaf mohon maaf hanya bisa memberikan contoh pada imbuhan me- yang ketemu kata dengan awal huruf “s” karena penulis hanya teringat di sini saja🙂.

Ya…, semoga bisa bermanfaat. Amin! Well…, Selamat Hari Raya Idul Fitri!

Ekspresi seseorang jika diberitahu kesalahan yang mengakar. Tapi kok ada tulisan Sutradara? Maklum itu karya Saya untuk tujuan yang berbeda ^-^

Ekspresi seseorang jika diberitahu kesalahan yang mengakar. Tapi kok ada tulisan Sutradara? Maklum itu karya Saya untuk tujuan yang berbeda ^-^

14 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. artikelnya lumayan di tambah lagi isinya biar lebih menarik…oya warna blognya agak suram

    • iyaa…, thx🙂

      ah, masa sih? perasaan udah cerah merona ehehehe

  2. Ada juga yang sempat berubah. Kata turunan “memperhatikan” secara sporadis berdasarkan alasan tertentu menjadi “memerhatikan”, lalu diputuskan secara institusional untuk kembali kepada “memperhatikan”.
    Ada komentar mengenai hal itu?

    • Hm…, kalau tidak salah imbuhan me- klu ketemu huruf dengan awalan “p” bakalan berubah menjadi mem-. Contohnya kata “paksa” dan “pukul”. Klu ketemu imbuhan me- pasti jadi memaksa dan memukul.

      Jadi, huruf “p”-nya itu berubah jadi “m”. Atau dengan kata lain, “p”-nya hilang terus digantiin “m”. Hehehe.

      Eh, yang kamu bahas tentang dua/tiga imbuhan kan? imbuhan me-, imbuhan pe-, dan imbuhan -kan. Klu imbuhan me- ketemu imbuhan pe- yang awalannya “p” seharusnya kaidahnya sama. Tapi…, aku kurang tahu nih apa yang benar. Coz, keduanya kayaknya sering dipakai😀

  3. assalamu’alaikum wr.wb.
    berkunjung dan bersilaturahim dan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H mohon maaf lahir dan bathin kepada sahabat muslim memperindah suasana lebaran menjadi bermakna, semoga lindungan dan barokah tercurah membawa kebaikan bagi kita semua beserta keluarga.
    Terima kasih telah memberikan definisi yang baik untuk memberi pengertian yang bermakna, semoga rasa khilaf, alfa maupun kekeliruan dapat diperbaiki meski dengan kekurangan seseorang termaafkan dengan hati lapang dan berarah damai bagi sesama.
    http://silaturahmikita.wordpress.com/ dan keluarga juga meminta maaf dan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H mohon maaf lahir dan bathin.

    • Sama-sama ^-^

  4. Maaf ya lama, baru tau link address anda. Jadi baru mampir deh.
    tips : Jika rekan-rekan blogger kesulitan mencari link addres blogger copy aja tautan kata yang dicari seperti saya mencari link address endy 21 ini, lalu paste di search engine. telusur deh……………….. moga membantu.

    • Hm…, thank you aja deh hehehe😀

  5. wah, rajin bener nih…?😀 semangat terus ya!

    • ehehhe…, klu gak rajin gak hidup😀

  6. ‘melulu’ itu kata berimbuhan bukan?

    • Melulu? Kalau misalnya🙂 kata me- dihilangkan tinggal “lulu” doang. Mangnya ada kata kerja “lulu” kalau nama orang sih mungkin ada😀

      Ya…, kalau gak salah sih kata “melulu” itu kata yang tidak baku. Kalau gak salah🙂 (masih ragu-ragu :-D)

  7. bgm klo kata dasar yang berawalan ny, apakah perlakuannya sama dengan yang berawalan huruf s? contoh nyanyi.

    • kayaknya tetep “me-” kan kalau kata kerja dari nyanyi adalah menyanyi.

      Tentu agak beda kan ^_^, kalau ketemu huruf “s” kan kata awalnya ada perubahan/penambahan karakter, kalau “ny” kayaknya nggak berubaha😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: