Bahasa yang Tertinggal

September 19, 2009 pukul 4:08 am | Ditulis dalam Bahasa, Uncategorized | 3 Komentar

Tidak dapat dipungkiri…, hampir selama 3 1/2 abad bangsa Kita dijajah oleh bangsa Belanda dan juga selama 3 1/2 tahun bangsa Kita dijajah oleh Jepang, banyak yang terjadi dan juga ada yang tertinggal di bangsa Kita. Bisa dibilang oleh-oleh😀

Salah satunya selain penderitaan yang amat sangat…, adalah istilah-istilah tertentu yang sering digunakan pada zaman dulu hingga sekarang pun masih digunakan. Nah, itulah salah satu bahasa serapan yang dipakai oleh Kita.

Istilah-istilah asing yang sering digunakan oleh penjajah saat berinteraksi dengan bangsa Kita dulu…, lama-lama menjadi suatu istilah yang melekat dan dipergunakan setiap hari hingga sekarang.

Nah…, untuk contohnya…, Kita bisa melihat contoh penggunaan bahasa Jepang yang umum dipakai oleh Kita.

“Nak, tolong belikan udang ebi di toko!”
“Ada tepung tapioka, gak?

Nah…, kata “ebi” pada contoh pertama berasal dari bahasa Jepang yang artinya udang kering. Sedangkan kata “tapioka” juga berasal dari Bahasa Jepang yang berarti ubi.

Untuk dari Belanda ada istilah yang sering digunakan namun tidak disadari kalau itu merupakan bahasa Belanda. Yaitu kata oom yang artinya adalah Paman. Isitilah tersebut merupakan istilah Belanda, bukan dari Jawa (sebelumnya aku beranggapan demikian :P)

Nah…, itulah sebagian bahasa yang tertinggal oleh bangsa Penjajah. Semakin majunya teknologi membuat informasi makin maju. Dan istilah-istilah baru pun mulai masuk.

Sebenarnya…, bukan hanya dari kedua negara itu saja yang memiliki bahasa yang tertinggal dari Arab, Cina, dan yang paling tua adalah dari India dalam penyebaraan agama Hindu/Budha. Banyak orang bernama dan menamai anaknya dengan kata Candra, Tirta, dsb…, itu merupakan kata-kata dari bahasa Sanskerta yang masih sering dipakai.

Nama untuk Arab seperti Abdul, Ahmad, dan lain-lain.

Nah, bagaimana dengan kehidupan sehari-hari anda? Seringkah Anda dan orang-orang disekitar Anda memggunakan bahasa yang tertinggal itu?😀

Kini bisa berdampingan, dulu saling serang. Perubahan yang drastis

Kini bisa berdampingan, dulu saling serang. Perubahan yang drastis

Sumber Gambar:http://www.padang-today.com/foto/berita/normal_BenderaIndonesiaJapan.jpg

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kabarnya 9 dari 10 kata dalam bahasa Indonesia adalah bahasa serapan dari bahasa asing. Bagaimana tanggapan Anda? Oh ya, ini ada buku-nya lho yang membuktikan angka 9 dari 10 kata tersebut.

  2. Oh ada ya? Aku mendapatkan ide tentang artikel ini karena sering mendengarnya pas ketemu kamus bahasa Jepang ternyata artinya sama. Wah hebat. Makanya jadi tertarik mencari-cari kata-kata atau istilah apa yang jadi “oleh-oleh” para penjajah🙂

  3. Lebih banyak lagi dari bahasa Arab, cb deh cek…
    Klo dulu, zaman penjajahan, dibilang bangsa Indonesia mayoritas buta huruf sebenarnya ga benar. Banyak orang Indonesia yang sudah bisa baca tulis menggunakan ‘Arab Pegon’ istilah Jawanya. bahkan, banyak pengetahuan yg berkembang juga melalui manuskrip-manuskrip bertuliskan Arab Pegon ini. Tapi, karena standar penjajah huruf latin, jadinya ya begitu deh… .🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: